Postingan
Menampilkan postingan dari Maret, 2019
Setelah Hujan Ada Keindahan
Saat pelangi memudar, dan akan lenyap sepenuhnya. Dan kita dihadapkan dengan simpangan jalan, menikmati pelangi sampai ia tidak lagi warna-warni, /// mencari hujan lain, sambil berharap bahwa setelah hujan akan ada lain pelangi, lagi. perlu dialektika, atau sekedar logika? sekedar kepala, atau perlu dada? Apa selesai hujan mesti pelangi? atau hanya sekedar hujan, lalu pergi. 25/02/2017 Siang Remang
Pesan:
Malam menjelang, senja makin pudar. Bak ilalang, semakin habis digerus angin. Tapi senja, tolong tahan jingga mu sebentar lagi. Izinkan aku menyampaikan sajak yang sudah ku siapkan sedari dini hari tadi. Hanya sepersekian detik. Agar saat jinggamu sudah hilang, aku bisa menghitung bintang dan akhirnya bertemu betelgeuse. Tanpa perlu berpikir, bagaimana senja bersama matahari-nya. 22/12/2016 Siang Remang
Danke, Nacht
Terima kasih malam, telah menunjukan gelap tak selamanya. Terima kasih malam, telah mengajarkan bersabar menunggu pagi. Terima kasih malam, telah menunjukan bintang indah saat gelap. Terima kasih malam, telah membiarkan kami beristirahat di sisa hari ini. Terima kasih malam, telah mengajarkan tidak bisa selamanya bersama, meski kita ingin. Terima kasih, Malam. Sampai jumpa, Malam. 10/03/2016 Siang Remang
Lepas II
Pergilah, cari sebanyak-banyaknya hati untuk sementara kau singgahi. Pergilah, cari hati paling jauh yang bisa sementara kau singgahi. Untuk ku , kalau dirimu memang ada di garis tanganku, hati ku lah rumah singgah terakhirmu. Untuk mu , Jika nanti hatimu terluka oleh jerat khianat, atau lelah tak kunjung mendapat tempat. Pulang. Dan kau akan temukan hatiku yang tak pernah terkunci. Yang akan selalu senang menyambutmu kembali. 18/02/2017 Siang Remang