Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Bulan

Akhirnya ia sadar Bahwa seberapa keras pun ia berusaha menggapainya Bulan itu tetap jauh di sana Sementara tangannya tak seberapa tinggi dari tanah, Tempat ia menapakan kaki Untuk melanjutkan sisa hidupnya Yang sebagian besarnya diisi penyesalan Karena terlalu yakin Bulan itu bisa diraih dengan mudahnya Dan akhirnya ia berbisik Kepada malam dan berpesan untuk menyampaikan Kepada siapa pun yang memandanginya Bahwa Bulan itu akan tetap indah pada tempatnya Dan tidak akan beranjak Hingga pemiliknya berkehendak 03/11/2015   Siang Remang

Malang

Ia menyerah pada siang Harapannya merekah untuk malam Dia berdoa bintang akan bertaburan Tak ada awan gaduh yang akan merusaknya Sambil berharap malam segera datang Dia berdoa matahari segera tenggelam Membawa Siang dan meninggalkan Dia bersama malamnya Sambil menyeru senja agar segera tiba Apa daya, siang belum mau hilang Dan senja tak kunjung datang Bagaimana malamnya? 16/10/2015   Siang Remang

Aku

------------------------------------------------------------- "Aku" selalu bahagia bersama kamu Semoga dia dari jauh berdoa... Setiap saat Aku bisa Bahagia ↑   MULAI --------------------------------------------------------------     Sedikit tentang keputusanku. Ditulis ketika akhirnya aku sadar, bahwa aku bukanlah apa yang aku bayangkan. Semua hanya mimpi kosong ku di siang bolong. Mimpi yang akan tetap jadi mimpi. Mimpi yang hanya mungkin menjadi nyata, jika Tuhan berkehendak di dalamnya. Yang membuat aku hanya berani memohon kepada- Nya. Karena aku bukan siapa-siapa. 24/05/2015   Siang Remang

Addiction

apa pernah? pernah tau? Anganku, aku bisa kembali. Kembali, membuat aku sadar betapa besar kuasa Tuhan. Kembali, bisa membuat aku lupa betapa sulit nya jalan. Kembali, membuat ku nyaman. Kembali, membuat ku ingat, hidup tidak cuma sampai di sini saja. Kembali, aku bisa saja menemui ketakutan terbesar ku. Kembali, membuat aku sadar pada akhirnya Kembali, aku bukan siapa-siapa. 18/03/2015   Siang Remang

Entah

Entah. Seolah. Adalah Mengapa Bagaimana Seandainya Tetapi Hanya Jika Akhirnya. Entah. Kebingungan terus melanda dirinya. Otak kosong di siang bolong jadi penyebab. Saat dimana orang lain sedang dalam masa produktif, ia malah menghabiskan waktunya mengkhayal bohong. Di siang bolong. “They say when you are missing someone that they are probably feeling the same, but I don't think it's possible for you to miss me as much as I'm missing you right now” ― Edna St. Vincent Millay Kutipan itu terus terpikir olehnya. Sementara hatinya berusaha berprasangka baik, akal sehatnya terus menyerang balik. Entah mengapa, hal ini tidak pernah terjadi selama hidupnya. Saat dia berusaha untuk tidak memikirkan cinta, ternyata Tuhan bekehendak lain. Coba tidak memikirkannya? sudah dicoba, berulang kali, Tapi berulang kali pula dirinya kembali teringat dengan apa yang tidak ingin diingatnya. Semakin dicoba, semakin tidak bisa. Entah. Seolah. Adalah Mengapa Bagaimana Seandai...