Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2015
Entah
Entah. Seolah. Adalah Mengapa Bagaimana Seandainya Tetapi Hanya Jika Akhirnya. Entah. Kebingungan terus melanda dirinya. Otak kosong di siang bolong jadi penyebab. Saat dimana orang lain sedang dalam masa produktif, ia malah menghabiskan waktunya mengkhayal bohong. Di siang bolong. “They say when you are missing someone that they are probably feeling the same, but I don't think it's possible for you to miss me as much as I'm missing you right now” ― Edna St. Vincent Millay Kutipan itu terus terpikir olehnya. Sementara hatinya berusaha berprasangka baik, akal sehatnya terus menyerang balik. Entah mengapa, hal ini tidak pernah terjadi selama hidupnya. Saat dia berusaha untuk tidak memikirkan cinta, ternyata Tuhan bekehendak lain. Coba tidak memikirkannya? sudah dicoba, berulang kali, Tapi berulang kali pula dirinya kembali teringat dengan apa yang tidak ingin diingatnya. Semakin dicoba, semakin tidak bisa. Entah. Seolah. Adalah Mengapa Bagaimana Seandai...